Fotografi merupakan salah satu bentuk komunikasi visual yang memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan secara cepat dan emosional. Dalam konteks ilmu komunikasi, fotografi tidak hanya dianggap sebagai hasil karya seni, tetapi juga sebagai media penyampai informasi yang dapat membentuk opini publik, menggugah emosi, bahkan menggerakkan tindakan sosial. Sebuah foto yang kuat mampu menyampaikan ribuan kata tanpa perlu narasi panjang.
Di era digital dan media sosial saat ini, peran fotografi dalam komunikasi menjadi semakin vital. Foto digunakan dalam berbagai platform—dari berita, kampanye sosial, hingga pemasaran—untuk menarik perhatian dan membangun kedekatan dengan audiens. Dalam jurnalistik, misalnya, foto dapat menjadi bukti visual dari sebuah peristiwa dan memperkuat kredibilitas informasi. Sementara dalam dunia periklanan, fotografi yang estetis dan persuasif dapat memengaruhi keputusan konsumen.
Oleh karena itu, mahasiswa dan praktisi komunikasi perlu memiliki pemahaman tentang teknik dasar fotografi, etika visual, serta kemampuan membaca dan memaknai pesan dalam gambar. Fotografi bukan hanya soal mengambil gambar yang indah, tetapi bagaimana menciptakan visual yang bermakna, kontekstual, dan mampu menyampaikan pesan dengan efektif. Dalam ilmu komunikasi, fotografi adalah bahasa universal yang menjembatani pesan melampaui batas kata dan budaya.


